Tayangan halaman minggu lalu

Minggu, 01 Mei 2011

PEDOMAN RONDE KEPERAWATAN

A. Pengertian
Ronde Keperawatan adalah suatu metode pembelajaran klinik keperawatan yang memberi kesempatan kepada peserta untuk mentransfer dan mempraktekkan pengetahuan yang didapat dengan kunjungan secara langsung pada pasien secara keseluruhan.

B. Tujuan Ronde Keperawatan
1. Peserta mampu mengobservasi kondisi pasien.
2. Peserta mengulas asuhan keperawatan yang telah diberikan.
3. Peserta mengumpulkan informasi dari klien.
4. Peserta dapat mengamati interaksi antara pemberi asuhan dan pasiennya.
5. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendemonstrasikan intervensi keperawatan secara spesifik.

C. Waktu dan Tempat Ronde Keperawatan
1. Dilakukan secara terjadual atau bila ditemukan kasus memerlukan perawatan khusus atau langka .
2. Waktunya dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kesibukan ruangan.
3. Ronde keperawatan dilakukan langsung pada pasien di ruangan secara bergilir sesuai kasus yang dikelola peserta dan dapat dilanjutkan dengan diskusi di ruangan lain.

D. Peserta
Ronde keperawatan diikuti oleh :
1. Kepala Ruangan
2. Staf Keperawatan Ruangan
3. Mahasiswa praktikan
4. Pembimbing klinik ruangan
5. Pembimbing klinik akademik.

lihat selengkapnya...................
http://www.ziddu.com/downloadlink/14813994/PedomanRondeKeperawatan.doc

PETUNJUK DIAGNOSIS DAN MANAJEMEN UNSTABLE ANGINA ( UA) DAN NON ST-SEGMENT ELEVATION MIOCARD INFARCTION (NSTEMI)

ABSTRAK
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian wanita dan pria nomor satu di US. Adanya penemuan-penemuan baru membuat American College of Cardiologi (ACC) dan American Heart Associstion (AHA) merasa perlu membuat petunjuk untuk menangani kejadian unstable angina (UA) dan NSTEMI. Dengan mengimplementasikan petunjuk-petunjuk ini, para pelaku pemberi layanan kesehatan dapat memberikan perawatan berkualitas pada pasien ini.

PENGENALAN
Coronary Artery Disease (CAD) dipastikan telah menjadi penyebab kematian wanita dan pria di AS. Acut Coronary Syndromes (ACS) adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan tanda dan gejala klinik adanya iskemik miocard. ACS meliputi: AMI (baik STEMI ataupun NSTEMI) dan kejadian selama fase unstable angina. UA/NSTEMI biasanya disebabkan oleh penyakit arterosklerosis yang dihubungkan denga peningkatan resiko mati mendadak dan MI. Secara patologi, proses UA/NSTEMI adalah rupturnya plague dan trombosis di dalam arteri coronaria sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung yang lalu menyebabkan iskemia otot jantung.
Manfaat adanya petunjuk ini adalah untuk membantu petugas kesehatan dalam mendiagnosis dan menangani UA/NSTEMI. ACC dan AHA membentuk pasukan khusus untuk membuat suatu rekomendasi guna mendiagnosa dan menangani UA/NSTEMI. Petunjuk pertama dibuat tahun 2000 lalu di revisi tahun 2002 berdasarkan temuan terbaru dari klinika trial penanganan UA/NSTEMI.

EVALUASI DAN MANAJEMAN AWAL
Arterosklerotik CAD biasanya menyebabkan UA/NSTEMI yang dihubungkan dengan kematian akibat jantung. Kesulitan tersering adalah membedakan secara klinis antara pasien dengan CAD atau bukan CAD. Pasien dengan tanda dan gejala yang mengarah pada CAD seharusnya dimonitor secara kontinyu dengan EKG. Harus ada kesanggupan mendapatkan ke-12 lead EKG dan adanya dedibrilator jika perlu. Pasien yang ditetapkan AMI harus mendapat terapi perbaikan perfusi secepatnya. Selama mendiagnosis awal dilakukan, ada 4 potesnsial diagonosis yang nungkin; ACS, non-ACS cardiac condition dengan penyakit spesifik yang lain atau kondisi non cardiak yang belum diketahui.

UA/NSTEMI terjadi karena ketidakkuatan suplai dan atau peningkatan kebutuhan oksigen otot jantung. Ada 5 penyebab UA/NSTEMI;1). Hampir semua disebabkan penurunan perfusi otot jantungdari koronary arteri

THERMOREGULASI

REGULASI SUHU

Oleh :
Sri Wisnu M, S.Kep

Panas adalah hasil alami dari metabolisme. Panas secara konstan di produksi dan secara terus menerus dikeluarkan ke lingkungan. Ketika jumlah panas yang dihasilkan sama dengan yang dikeluarkan ke lingkungan, maka akan tercipta keseimbangan homeostasis. Jika produksi panas dan panas yang dikeluarkan ke lingkungan tidak seimbang, maka suhu tubuh akan meningkat atau berkurang.
Fungsi dari termoregulasi normal adalah untuk mempertahankan suhu tubuh pada range normal. Factor lingkungan dan kematangan fungsi tubuh berperan dan dapat menyebabkan ineffective thermoregulation (termoregulasi tidak efektif), yaitu ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh normal pada kondisi perubahan lingkungan (Carpenito, 1989). Bayi dan anak-anak berisiko tinggi mengalami ineffective thermoregulation akibat dari dua factor tersebut yaitu lingkungan dan factor kematangan fungsi tubuh. (table 15-1).

lihat selengkapnya..............http://www.ziddu.com/downloadlink/14813901/termoregulasi.doc

THERAPI OKSIGEN

Terapi O2 adalah memberikan aliran gas oksigen lebih dari 20 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi O2 meningkat dalam darah.

TUJUAN
Menurunkan hipoksemia
Menurunkan kerja pernafasan
Menurunkan kerja jantung

lihat selengkapnya...................
http://www.ziddu.com/downloadlink/14813828/TERAPIOKSIGEN.ppt

Luka Tekan, Penyebab dan Pencegahannya

LUKA TEKAN (PRESSURE ULCER) : PENYEBAB DAN PENCEGAHAN

Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius yang sering tejadi pada pasien yang mengalami gangguan mobilitas, seperti pasien stroke, injuri tulang belakang atau penyakit degeneratif. Istilah dekubitus sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan luka tekan karena asal kata dekubitus adalah de*****bere yang artinya berbaring[13]. Ini diartikan bahwa luka tekan hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring. Padahal sebenarnya luka tekan tidak hanya berkembang pada pasien yang berbaring, tapi juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan kursi roda atau prostesi[19]. Oleh karena itu istilah dekubitus sekarang ini jarang digunakan di literatur literatur untuk menggambarkan istilah luka tekan.
Adanya luka tekan yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan masa perawatan pasien menjadi panjang dan peningkatan biaya rumah sakit. Oleh karena itu perawat perlu memahami secara komprehensif tentang luka tekan agar dapat memberikan pencegahan dan intervensi keperawatan yang tepat untuk pasien yang beresiko terkena luka tekan.
Fisiologi dekubitus
Luka tekan adalah kerusakan jaringan yang terlokalisir yang disebabkan karena adanya kompressi jaringan yang lunak diatas tulang yang menonjol (bony prominence) dan adanya tekanan dari luar dalam jangka waktu yang lama. Kompressi jaringan akan menyebabkan gangguan pada suplai darah pada daerah yang tertekan. Apabila ini berlangsung lama, hal ini dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah, anoksia atau iskemi jaringan dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel [19].
Daerah daerah yang paling sering terjadi luka tekan tergantung kepada area yang sering mengalami tekanan, yaitu :
a. Pada posisi terlentang yaitu daerah belakang kepala, sakrum dan tumit
b. Pada posisi duduk yaitu daerah ischium, atau koksik.
c. Posisi lateral yaitu pada daerah trochanter.
Faktor resiko
Braden dan Bergstrom (2000) mengembangkan sebuah skema untuk menggambarkan faktor – faktor resiko untuk terjadinya luka tekan yaitu penurunan mobilitas, aktivitas, penurunan persepsi sensori. selain itu tdp faktor ekstrinsik seperti peningkatan kelembaban, gesekan, dan tenaga yg merobek. adapula faktor intrinsik yaitu nutrisi, umur, tekanan arteriol. dan faktor hipotesa yang lain seperti stres emosional, merokok, dan temperatur kulit.
Ada dua hal utama yang berhubungan dengan resiko terjadinya luka tekan, yaitu faktor tekanan dan toleransi jaringan. Faktor yang mempengaruhi durasi dan intensitas tekanan diatas tulang yang menonjol adalah imobilitas, inakitifitas, dan penurunan sensori persepsi. Sedangkan faktor yang mempengaruhi toleransi jaringan dibedakan menjadi dua yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor intrinsik yaitu faktor yang berasal dari pasien. sedangkan yang dimaksud dengan faktor ekstrinsik yaitu faktor – faktor dari luar yang mempunyai efek deteriorasi pada lapisan eksternal dari kulit.
Di bawah ini adalah penjelasan dari masing masing faktor diatas :
........................................................................................................................................................
Stadium luka tekan
Menurut NPUAP ( National Pressure Ulcer Advisory Panel )[9], luka tekan dibagi menjadi empat stadium (gambar 2 ), yaitu :
.......................................................................................................................................................

lihat selengkapnya................
http://www.ziddu.com/downloadlink/14814052/LUKATEKAN.doc

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN


VIRGINIA HENDERSON, 1978
Keperawatan adalah suatu fungsi yang unik dari perawat untuk menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional, sehingga pasien dapat sembuh atau meninggal dengan tenang. Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar.
Dari definisi tersebut adalah asumsi tentang individu yaitu :
o Individu perlu untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional.
o Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau meninggal dengan damai.
o Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan, keinginan atau pengetahuan untuk mencapai atau mempertahankan kesehatan.
Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary). Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti bagi pasien. Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam hal memenuhi 14 kebutuhan dasar yaitu :
 Bernapas normal
 Makan dan minum adekuat
 Eliminasi sampah tubuh
 Bergerak dan mempertahankan posisi yang diinginkan
 Tidur dan istirahat
 Memilih baju yang cocok
 Mempertahankan temperature tubuh dalam rentang normal dengan mengatur pakaian dan memodifikasi lingkungan.
 Menjaga tubuh


DOROTHEA OREM 1978
Keperawatan adalah sebuah pertolongan atas pelayanan yang diberikan untuk menolong orang secara keseluruhan ketika mereka atau orang yang bertanggung jawab atas perawatan mereka tidak mampu memberikan perawatan kepada mereka. Keperawatan merupakan salah satu daya atau usaha manusia untuk membantu manusia lain dengan melakukan atau memberikan pelayanan yang professional dan tindakan untuk membawa manusia pada situasi yang saling menyayangi antara manusia dengan bentuk pelayanan yang berfokus kepada manusia seutuhnya yang tidak terlepas dari lingkungannya.
Menurut OREM asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang memperlajari kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraan. Teori ini dikenal dengan TEORI SELF CARE (Perawatan Diri ) Orang dewasa dapat merawat diri mereka sendiri, sedangkan bayi, lansia dan orang sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi aktivitas self care mereka.
Orem mengklasifikasikan self care dalam 3 syarat :
o Syarat universal : fisiologi dan psikososial termasuk kebutuhan udara, air, makanan, eliminasi, aktivitas dan istirahat, sosial, pencegahan bahaya.
o Syarat pengembangan : untuk meningkatkan proses perkembangan sepanjang siklus hidup.
o Penyimpangan kesehatan berhubungan dengan kerusakan atau penyimpangan cara, struktur norma dan integritas yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan self care.
Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan atau kebutuhan pasien dan kemampuan pasien. Oleh karena itu ada tiga tingkatan dalam asuhan keperawatan mandiri.o Perawat memberi keperawatan total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat ketergantungan pasien yang tinggi ( system pengganti keseluruhan ).
o Perawat dan pasien saling berkolaborasi dalam tindakan keperawatan ( system pengganti sebagian )
o Pasien merawat diri sendiri dengan bimbingan perawat ( system dukungan/pendidikan ).

IMOGENE KING 1971

BETTY NEWMAN, 1989

lihat selengkapnya.....................
http://www.ziddu.com/downloadlink/14814046/modelkonseptualkeperawatan.doc

VENTILATOR MEKANIK

Definisi ventilator mekanik
Adalah alat pernafasan bertekanan positif atau negatif yang menghasilkan aliran udara terkontrol pada jalan nafas pasien sehingga dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama

Indikasi...............
lihat selengkapnya...........

http://www.ziddu.com/downloadlink/14812898/VENTILATORMEKANIK2.ppt

http://www.ziddu.com/downloadlink/14814260/VENTILASIMEKANIK.doc

CHF dan Digoxin


Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) adalah kondisi dimana fungsi jantung sebagai pompa untuk mengantarkan darah yang kaya oksigen ke tubuh tidak cukup untuk memenuhi keperluan-keperluan tubuh. Gagal jantung kongestif dapat disebabkan oleh:
1.penyakit-penyakit yang melemahkan otot-otot jantung,
2.penyakit-penyakit yang menyebabkan kekakuan otot-otot jantung, atau
3.penyakit-penyakit yang meningkatkan permintaan oksigen oleh jaringan tubuh diluar kemampuan jantung untuk memberikannya.
Jantung mempunyai dua atria atau serambi-serambi (atrium kanan dan atrium kiri) yang membentuk kamar-kamar jantung bagian atas, dan dua ventricles atau bilik-bilik (ventricle kiri dan ventricle kanan) yang membentuk kamar-kamar jantung bagian bawah. Ventricle-ventricle adalah kamar-kamar yang berotot yang memompa darah ketika otot-otot berkontraksi (kontraksi dari otot-otot ventricle disebut systole).
Banyak penyakit-penyakit dapat mengganggu aksi memompa dari ventricles. Contohnya, otot-otot dari ventricles dapat diperlemah oleh serangan-serangan jantung atau infeksi-infeksi (myocarditis). Kemampuan memompa yang berkurang dari ventricles yang disebabkan oleh pelemahan otot disebut disfungsi sistolik. Setelah setiap kontraksi ventricle (systole) otot-otot ventricle perlu untuk mengendur untuk mengizinkan darah dari atria untuk mengisi ventricles. Pengenduran dari ventricles disebut diastole.
Digoksin merupakan prototipe glikosida jantung yang berasal dari Digitalis lanata. Mekanisme kerja digoksin melalui 2 cara, yaituefek langsung dan tidaklangsung. Efek langsung yaitu meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung (efek inotropik positif). Hal ini terjadi berdasarkan penghambatan enzim Na+, K+ -ATPasedan peningkatan arus masuk ionkalsium keintra sel. Efektidak langsung yaitu pengaruh digoksin terhadap aktivitas saraf otonom dan sensitivitas jantung terhadap neurotransmiter. Indikasi utama untuk payah jantung kongestif, fibrilasi atrium, takikardia atrium proksimal dan flutter atrium.
Dosis lebih rendah pada pasien dengan berat badan rendah.usia lanjut, hipokalemia dan hipotiroid. Setelah pemberian selama 14 hari, dosis hams diturunkan dan disesuaikan dengan respon pasien. Hati-hati pemberian pada ibu hamil dan menyusui.
Hati-hati pemberian pada penderita gagal jantung yang menyertai glomerulonefritis akut, karditis berat, gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat, hipokalsemia, hipomagnesemia, aritmia atrium yang disebabkan keadaan hipermetabolik, penyakit nodus SA, Sindroma Wolff - Parkinson - White, perikarditis konstriktif kronik, bayi neonatus dan bayi prematur. Blok AV tidak lengkap pada pasien dengan serangan Stokes - Adams dapat berianjut menjadi Blok AV lengkap. Jangan digunakan untuk terapi obesitas atau takikardia sinus, kecuali jika disertai gagal jantung.
Digoksin dapat menimbulkan perubahan ST-T yang pgsitjf semu pada EKG selama testlatihan. Anoreksia, mual, muntan dan aritmia dapat merupakan gejala penyerta gagal jantung atau gejala-gejala keracunan digitalis. Bila timbul keracunan digitalis maka pemberian obat digitalis dandiuretik dihentikan.
Dapatterjadi anoreksia, mual, muntah dan sakitkepala. Gejala toksik pada jantung : kontraksi ventrikel prematur multiform atau unifocal,takikardia ventrikular, desosiasi AV, aritmia sinus, takikardia atrium dengan berbagai derajat blokAV.
Gejala neurologik : depresi, ngantuk, rasa lemah, letargi, gelisah, vertigo, bingung
dan halusinasi visual. im. Gangguan pada mata: midriasis, fotofobia, dan berbagai gangguan visus. Ginekomastia, ruam kulit makulopopularatau reaksi kulit yang lain.

Minggu, 13 Maret 2011

resusitasi jantung paru

basic life support
airway
breathing
circulation
lihat selengkapnya...........
http://www.ziddu.com/downloadlink/14172911/RESUSITASIJANTUNGPARU.doc

therapi oksigen

 therapi oksigen merupakan salah satu therapi pernafasan dalam mempertahankan oksigenasi
tujuan:
menurunkan kerja pernafasan
mengatasi keadaan hipoksemia
lihat selanjutnya..................

http://www.ziddu.com/downloadlink/14172910/thoksigen.doc

pengukuran tanda vital

 suhu tubuh, nadi, pernafasan, tekanan darah...........indikator status kesehatan
http://www.ziddu.com/downloadlink/14172733/PENGUKURANTANDAVITAL.ppt

pemeriksaan fisik

head to toe
px thorax
px abdomen
lihat selengkapnya.................

http://www.ziddu.com/downloadlink/14172490/PX%20HEAD%20TO%20TOE.ppt

congestif heart failure

disebut juga gagal jantung, adalah suatu ketidak mampuan untuk memompakan darah ke seluruh tubuh sesuai dengan kebutuhan metabolisme.
lihat selengkapnya............
http://www.ziddu.com/downloadlink/14171962/CHF.doc

HEMODIALISA

definisi, indikasi, CAPD
lihat selengkapnya........http://www.ziddu.com/downloadlink/14171487/HEMODIALISA.doc

Sabtu, 05 Maret 2011

ekg

 Cara menghitung EKG
 Sadapan EKG
 Arritmia
 lihat selengkapnya........
http://www.ziddu.com/download/14061523/ekg.ppt.html

nursing asessment

 1. Persepsi kesehatan, pengelolaan kesehatan
 2. Nutrisi-metabolik
 3. Eliminasi
 4. Aktifitas
 5. Tidur-istirahat
 6. Kognitif dan perseptua
     - pemeriksaan abdomen
     - pemeriksaan dada
lihat selengkapnya.......
http://www.ziddu.com/download/14061316/NURSINGASSASEMENT.ppt.html

pengaturan cairan dan elektrolit

 komposisi cairan tubuh
 - air
 - elektrolit
 - non elektrolit
 kompartemen cairan tubuh
 - zat padat 40%
 - zat cair 60%
lihat selengkapnya........
http://www.ziddu.com/download/14056977/PENGATURANCAIRELEKICU.ppt.html

shock

 Stadium shock
 - Stadium kompensasi
 - Stadium decompensasi
 - Stadium irreversibel
lihat selengkapnya.........
http://www.ziddu.com/download/14056976/shock.ppt.html

faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan cairan dan elektrolit

1. membran
2. proses transport
3. konsentrasi cairan tubuh
  osmolalitas...
lihat selengkapnya..............
http://www.ziddu.com/download/14056897/faktor2_yg_pengaruhi_perpindahan_cairan_dan_elek.ppt.html

Minggu, 06 Februari 2011

sistem musculoskeletal

ANATOMI DAN FISIOLOGI
MUSKULOSKELETAL


Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan mengurus pergerakan. Komponen utama dari sistem muskuloskeletal adalah tulang dan jaringan ikat yang menyusun kurang lebih 25 % berat badan dan otot menyusun kurang lebih 50%. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligament, dan jaringan-jaringan khusus yang menghubungkan struktur-struktur ini. (Price,S.A,1995 :175)

KOMPONEN SISTEM MUSCULOSKELETAL
A.    Tulang
Tulang adalah jaringan yang paling keras diantara jaringan ikat lainnya yang terdiri atas hampir 50 % air dan bagian padat, selebihnya terdiri dari bahan mineral terutama calsium kurang lebih 67 % dan bahan seluler 33%.